NASKAH AKADEMIK PEMBANGUNAN


PERKEMBANGANPERUMAHAN DAN PERMUKIMAN SEBAGAI PENENTU ARAH DAN BENTUK KEBUTUHAN PERMUKIMAN DI PINGGIRAN KOTA

Dwi Suci Sri Lestari1, Djumiko2

1Jurusan Arsitektur, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Email: dwisuci_sl@yahoo.com

2 Jurusan Arsitektur, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta Email: djumiko20@yahoo.co.id
Dterima Tanggal:10 Juli 2017    Disetujui Tanggal: 20 Juli 2017

ABSTRAK

Latar belakang yang melandasi dilakukannya penelitianPerkembangan Perumahan dan Permukiman sebagai Landasan dalam Menentukan Arah dan Bentuk Kebutuhan Permukiman di Pinggiran Kota adalah terciptanya kesinambungan program, untuk mengatasi permasalahan perumahan dan permukiman yang kompleks, karena perumahan dan permukiman merupakan salah satu unsur utama dalam tata ruang wilayah yang berkembang dinamis sesuai perkembangan penduduk. Permasalahan yang terjadi menyangkut belum tersedianya Naskah Akademik, sehingga memberi pengaruh yang sangat besar bagi program pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman di wilayah perdesaan dan perkotaan belum secara komprehensif memecahkan permasalahan perumahan dan permukiman, sebagai konsekuensi dari pertumbuhan penduduk terjadi perluasan fungsi wilayah dan peningkatan kebutuhan akan perumahan dan permukiman yang tidak terkendali.

Tujuan jangka panjang dari kegiatan penelitian ini adalah terstrukturkannya upaya penataan dan mengantisipasi pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman perdesaan dan perkotaan pada suatu kota/ wilayah.

Metodologi yang direncanakan, tersusun atas dua tahapan yang terkait. Tahap pertama, metodologi yang digunakan adalah peran data-base dan naskah akademik untuk memberi arah dan bentuk pengembangan perumahan dan permukiman di perdesaan. Sedangkan tahap kedua metodologi yang digunakan adalah peran data-base dan naskah akademik untuk memberi arah dan bentuk pengembangan perumahan dan permukiman di perkotaan. Pada masing-masing tahapan dilakukan analisis terhadap beberapa kebijakan rencana tata ruang, tata lingkungan, tata bangunan, serta pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman pada berbagai bentuk kawasan perumahan dan permukiman.Secara keseluruhan diharapkan dapat diperoleh gambaran seutuhnya dari peran data-base dan naskah akademik dalam memberi arah dan bentuk pengembangan perumahan dan permukiman pada suatu wilayah.

Manfaat dari penyusunan Naskah Akademik merupakan langkah inovatif bagi pengembangan ilmu perancangan arsitektur, perencanaan kota dan wilayah, serta lingkungan. Mengingat dominasi pemanfaatan ruangnya diharapkan pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman yang berciri kedesaan dan kekotaan dapat didukung oleh arahan dan pengendalian yang benar untuk menghindari terganggunya kelangsungan perkembangan wilayah, baik kegiatan fungsional maupun aktivitas penduduk di dalamnya.

Kata Kunci: Data-base, Naskah Akademik, Perumahan, Permukiman

1.            Latar Belakang

Latar belakang yang melandasi dilakukannya penelitianPerkembangan Perumahan dan Permukiman sebagai Landasan dalam Menentukan Arah dan Bentuk Kebutuhan Permukiman di Pinggiran Kota adalah terciptanya

kesinambungan program, untuk mengatasi permasalahan perumahan dan permukiman yang kompleks, karena perumahan dan permukiman merupakan salah satu unsur utama dalam tata ruang wilayah yang berkembang dinamis sesuai perkembangan penduduk.

Pembangunan perumahan dan permukiman perlu diarahkan sehingga muncul kebersamaan pandang antara pemerintah dan masyarakat, secara seimbang sesuai kedudukan dan perannya masing-masing. Pemerintah berada pada posisi untuk dapat memberikan fasilitas dan mediasi dalam

menyediakan dan meningkatkan perumahan dan permukiman agar lebih sehat dan nyaman dihuni. Sedangkan

masyarakat harus didorong agar memiliki kepedulian dan tanggung

jawab penuh dalam memenuhi kebutuhan akan tempat tinggalsecara

awadaya namun tetap memnuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Kabupaten Kulon Progo menjadi kasus dalam studi ini, karena merupakan suatu wilayah dengan permasalahan perumahan dan permukiman yang

kompleks. Kondisi geografisnya memberikan implikasi pada keberadaan perumahan dan permukiman yang

beragam sehingga memerlukan pengaturan yang mampu memberi arah dan bentuk pengembangan maupun pembangunannya.

Perumahan dan Permukiman dalam suatu tata ruang wilayah menunjukkan dominasi pengembangan dan pembangunan yang tidak terkendali baik di wilayah perdesaan dengan
semakin     menyusutnya     lahan-lahan

produktif menjadi lahan-lahan terbangun untuk perumahan dan

permukiman, maupun semakin padatnya perumahan dan permukiman kota. Kondisi ini perlu diantisipasi

dengan adanya pedoman dan pengendalian melalui data-base dan naskah akademik bagi pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman di perdesaan maupun di perkotaan.

2.            Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan agar diperoleh kesamaan pandang antara Pemerintah dan Masyarakat dalam
menentukan      arah        dan        bentuk

pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman yang

sesuai dengan kondisi geografis wilayah, dan tuntutan kebutuhan akan

ketersediaan rumah dan tempat bermukim.

Arah dan bentuk pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman pada sebagian wilayah di

Indonesia belum terstruktur dan terpetakan dengan baik. Kondisi ini menyebabkan pemenuhan kebutuhan akan rumah dan tempat bermukim,

senantiasa dihadapkan pada permasalahan tingginya kebutuhan yang

ditunjukkan dengan berkembang pesatnya pengembangan dan pem-bangunan perumahan dan permukiman. Namun pada sisi lain dihadapkan pada suatu kondisi untuk siapa rumah dan tempat bermukim tersebut dibangun. Justru yang terjadi adalah iklim investasi rumah dan tempat bermukim bagi orang lain, dan bukannya pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat setempat.

Kemampuan teknologi dan rekayasa konstruksi, memungkinkan hampir seluruh bagian wilayah untuk dikembangkan dan dibangun menjadi

perumahan dan permukiman. Permasalahan yang perlu diantisipasi ke

depan, adalah akan semakin menurunnya keseimbangan lingkungan hidup dan lingkungan binaan, yang


berakibat pada keseluruhan ekosistem yang ada pada suatu wilayah.

Langkah yang diperlukan adalah pemetaan terhadap arah dan bentuk

pengembangan perumahan dan permukiman yang terstruktur dan terukur, melalui upaya yang harus dilakukan secara bersama antara pemerintah dan masyarakat (termasuk pihak swasta-pengembang), sehingga
diperoleh        arah          dan          bentuk

pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman yang benar-benar mengakomodir kebutuhan rumah dan tempat bermukim bagi masyarakat.

Tersedianya Naskah Akademik, diharapkan mampu memberi pengaruh yang sangat besar bagi program

pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman di wilayah untuk mewadahi berbagai kepentingan masyarakat secara komprehensif untuk memecahkan permasalahan perumahan dan permukiman, sebagai konsekuensi dari pertumbuhan penduduk, terjadi perluasan fungsi perumahan dan permukiman yang tidak terkendali.

3.            Urgensi Penelitian

Backlog Perumahan dan Permukiman, pada dasarnya memiliki urgensi yang strategis sebagai langkah inovatif bagi pengembangan ilmu, arahan dan bentuk yang aplikatif bagi
implementasi        perencanaan        dan

perancangan perumahan dan permukiman, serta panduan bagi pemerintah dan masyarakat (termasuk usaha swasta di bidang pengembang

perumahan) untuk menciptakan kebersamaan dalam menentukan arah
dan      bentuk      pengembangan     dan

pembangunan perumahan dan permukiman secara terstruktur dan terukur, sebagai bagian darim upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan lingkungan binaannya.

Mengingat dominasi pemanfaatan ruang perumahan dan permukiman yang

ada pada rencana tata ruang diharapkan

pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman yang tumbuh secara swadaya maupun oleh pengembang dapat didukung oleh arahan dan pengendalian yang benar

untuk menghindari terganggunya kelangsungan perkembangan wilayah, baik kegiatan fungsional maupun aktivitas penduduk di dalamnya.

Backlog Perumahan dan Permukiman merupakan dokumen yang
diperlukan       untuk        mengantisipasi

pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman bagi suatu wilayah, dan imbasnya bagi sektor maupun wilayah lain di sekitarnya.

Pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman yang tidak didukung oleh arahan dan pengendalian yang benar akan berakibat pada keseimbangan lingkungan hidup dan

lingkungan binaannya, mengingat dominasi pemanfaatan ruang untuk kegiatan perumahan dan permukiman dalam pemanfaatan ruang. Naskah Akademik akan memberi konsekuensi yang menentukan bagi perkembangan

ilmu perancangan arsitektur perencanaan kota, dan ilmu lingkungan, dalam bentuk pengembangan wawasan
baru                  keilmuan                  dengan

mempertimbangkan                            tingkat

pertumbuhan dan perkembangan perumahan dan permukiman yang ada di wilayah perdesaan dan di perkotaan,

sehingga lingkungan hidup dan lingkungan binaan dapat seimbang dan terlanjutkan.

Backlog Perumahan dan Permukiman akan memberi manfaat bagi beberapa instansi/ dinas yang memiliki kait-hubung dengan kebijakan perumahan dan permukiman, yaitu:

a. Dinas Tata Ruang Kota, berupa arahan dan kebijakan pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman dalam mendukung tata ruang kota dan wilayah

b. Dinas Pekerjaan Umum, berupa arahan dan kebijakan tentang perkembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman dalam mendukung kebijakan tata bangunan dan lingkungan, mapun kegiatan

pendampingan dalam penataan rumah dan lingkungan yang sehat dan layak huni

c. Penyedia       Jasa       Perancangan Bangunan  dan  Perencanaan  Kota/

Wilayah, berupa apresiasi perkembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman dalam

mendukung       perancangan       dan

rekayasa     bangunan/     lingkungan

perumahan dan permukiman, maupun perencanaan kota dan wilayah

Kegiatan penelitian ini diharapkan juga mampu memberikan kontribusi yang memiliki urgensi yang tinggi pada pengembangan Bidang Ilmu terkait, di antaranya:

a. Ilmu Perancangan Arsitektur: Salah satu produk arsitektur adalah hasil

rancangan          perumahan          dan

permukiman. Kelemahan dari perencanaan pengembangan dan

pembangunan perumahan dan permukiman, pada dasarnya terletak pada tidak adanya Naskah Akademik yang mampu memberi gambaran tentang backlog perumahan dan permukiman baik yang dilakukan

oleh pengembang maupun permukiman yang tumbuh dan berkembang secara swadaya oleh masyarakat.

b.    Ilmu Perencanaan Kota dan Wilayah:

Perumahan dan permukiman merupakan ruang terbangun yang dominan dalam suatu kota/ wilayah. Ilmu perencanaan kota dan wilayah

harus mampu mengantisipasi pengembangan dan pembangunan

perumahan dan permukiman didasarkan atas Naskah Akademik, yang akan memberi pengaruh pada arah dan bentuk kota/ wilayah yang akan dituju.

c. Ilmu Lingkungan: Perkembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman, merupakan tuntutan atas kebutuhan masyarakat akan tempat untuk bermukim dengan

layak.           Keberadaan          Naskah

Akademik pengembangan dan pembangunan perumahan, merupa-kan landasan dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup dan

lingkungan binaan di masa mendatang.

Kegiatan penelitian tentang Peran Naskah Akademik Pengembangan dan

Pembangunan         Perumahan         dan

Permukiman dalam Mendukung Keseimbangan Lingkungan Hidup dan Lingkungan Binaan adalah untuk menyelesaikan permasalahan umum yang ada dalam upaya pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman di kota/ wilayah, berangkat dari adanya beberapa permasalah spesifik, yang terdiri atas:

a. Permasalahan yang muncul karena adanya kebijakan pengembangan wilayah dan kota

b.  Permasalahan yang  muncul  karena

kemampuan fisik lahan yang bervariasi

c. Permasalahan   yang   muncul    dari

sosial kependudukan, yang mengalami peningkatan kebutuhan akan tempat tinggal

d.  Permasalahan yang  muncul  akibat

agresifitas       perkembangan       dan

pembangunan      perumahan      dan

permukiman,    yang      memerlukan

kebijakan    pengendalian     sebagai

upaya mejaga keseimbangan lingkungan hidup dan lingkungan binaannya

Adapun isu spesifik yang ada di setiap kota/ wilayah muncul berkaitan dengan kondisi khusus yang terjadi

dalam      upaya      pembangunan     dan

pengembangan perumahan dan permukiman yang ada dan pada saatnya diprediksikan akan terus mengalami perkembangan, sejalan dengan aktivitas penduduk yang bergiat di dalamnya, yang terdiri atas kawasan perumahan dan permukiman di perdesaan dan perkotaan. Masing-masing kawasan dipertimbangkan terhadap fenomena fisik yang berkembang, meliputi:

a. Penanganan perumahan dan permukiman di kawasan rawan bencana

b. Pengelolaan perumahan dan permukiman di kawasan relokasi, baik yang telah berjalan maupun sedang dipersiapkan

c. Penanganan perumahan dan permukiman di kawasan perbatasan

d. Penanganan perumahan dan permukiman di sekitar kawasan industri

e. Penanganan perumahan dan permukiman di kawasan konservasi sumberdaya alam maupun purbakala.

4.            Kajian terhadap Backlog Pembangunan Perumahan dan Permukiman

Pada dasarnya pembangunan perumahan dan permukiman merupakan

tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, dalam bentuk tugas dan peran masing-masing secara seimbang. Pemerintah dalam hal

ini memiliki peran yang lebih dominan dalam memfasilitasi dan memberikan

mediasi, sedangkan masyarakat diharapkan dapat lebih bertanggung jawab secara penuh dalam memenuhi

kebutuhan akan tempat tinggal, terutama secara fisik.
Arthur      B.       Gallion      (1994)

berpendapat, bahwa permukiman merupakan unsur terpenting dalam pola kota. Banyaknya program-program yang dikembangkan selama bertahun-tahun jarang menghasilkan suatu rencana menyeluruh untuk memenuhi semua tingkat kebutuhan masyarakat. Bagian yang paling sulit dicapai dalam rencana komprehensif adalah unsur perumahan. Unsur ini memerlukan peran serta yang maksimal dari sektor swasta untuk mencapai sasaran dan mengatasi masalah-masalah ekonomi yang berkaitan dengan unsur-unsur yang menyangkut kebutuhan akan perumahan bagi masyarakat golongan ekonomi mememgah dan rendah.

Simon Eisner (1994) menyatakan, bahwa unsur perumahan harus terdiri dari identifikasi dan analisis kebutuhan

perumahan sekarang dan yang diprakirakan, serta suatu pernyataan tujuan, kebijaksanaan, sasaran yang dikuantifisir, dan program penjadwalan untuk preservasi, perbaikan, dan
pembangunan      perumahan.       Unsur

perumahan harus mengidentifikasi lokasi yang memadai untuk perumahan, termasuk perumahan sewa, perumahan rakitan pabrik, dan rumah-mobil, serta harus mengadakan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan

yang diproyeksikan dari semua golongan ekonomi pada suatu wilayah.

Perumahan, mungkin merupakan permasalahan lingkungan yang tidak terduga sebelumnya (Bruce Stokes, 1982). Di masa lalu penganut lingkungan menganjurkan dikuranginya pertumbuhan perumahan, yang telah meruntuhkan impian banyak orang untuk dapat memiliki rumah keluarga

tunggal di atas persil lahan yang dimilikinya. Ironisnya dewasa ini impian tersebut telah mati, justru karena

masyarakat telah mengabaikan keterbatasan sumberdaya alam pada pembangunan rumah yang tidak terencana.
Penggunaan         lahan         untuk

perumahan di daerah perkotaan menacuk prosentase yang jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis penggunaan lahan yang lain (Sammis B. White, 1992). Sektor perumahan memegang peran penting dalam perekonomian nasional, dan merupakan kebijakan sosial nasional. Sebagian besar perumahan dimiliki secara pribadi dan bersifat eksklusif, meskipun pemerintah ikut terlibat aktif dalam berbagai aspek perumahan.
Pengaruh    Pengembangan    dan

Pembangunan Perumahan dan Permukiman dalam Mendukung Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kulon

Progo (Indro Sulistyanto, 2007), menunjukkan dominasi pengembangan dan pembangunan yang tidak terkendali baik di wilayah perdesaan dengan
semakin     menyusutnya     lahan-lahan

produktif menjadi lahan-lahan terbangun untuk perumahan dan

permukiman, maupun semakin padatnya perumahan dan permukiman kota. Kondisi ini perlu diantisipasi

dengan adanya pedoman dan pengendalian melalui data-base dan naskah akademik bagi pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman di perdesaan maupun di perkotaan.

Peran Pendampingan Masyarakat dalam Penyusunan Community Action Plan Perumahan dan Permukiman di Kota Yogyakarta (Indro Sulistyanto dan Danarti Karsono, 2007) dan Tribina
sebagai          Model           Pendampingan
Masyarakat            dalam             Program

Pengembangan dan Pembangunan Perumahan dan Permukiman di Desa Sitimulyo (Indro Sulistyanto dan

Danarti Karsono, 2006), menunjukkan perlunya suatu model pengembangan perumahan dan permukiman, dengan tidak hanya menyentuh pada fisik, namun juga bagi ekonomi produktif,

dan pendayagunaan lingkungan perumahan dan permukiman.
Studi      tentang      Pemberdayaan
Masyarakat      dalam       Pendampingan

Pelaksanaan Penataan Bangun-bangunan dan Lingkungan Permukiman

Tradisional/ Bersejarah (Danarti Karsono dan Bamban Yuuwono, 2006) dilakukan sebagai bagian dari upaya

pencapaian Gerakan Nasional Pembangunan Sejuta Rumah, yang bertujuan untuk menata bangun-bangunan dan lingkungan permukiman yang memiliki potensi spesifik karena keberadaannya pada kawasan yang

memiliki karakteristik tradisional, berkaitan erat dengan seni dan budaya, maupun kedekatannya dengan nilai-nilai kesejarahan yang ada di dalamnya. Prosedur pelaksanaan Pemberdayaan
Masyarakat      dalam       Pendampingan

Pelaksanaan Penataan Bangun-bangunan dan Lingkungan Permukiman Tradisional/ Bersejarah disusun agar pelaksanaan kegiatan pembangunan dan

perkembangan perumahan dan permukiman, dapat lebih memberi arti dengan menyentuh pada revitalisasi

bangun-bangunan dan lingkungan permukiman yang memiliki karateristik

spesifik baik dari tradisional, keeratannya dengan seni budaya, maupun kedekatannya dengan nilai-nilai kesejarahan dapat berjalan seiring dan

serasi dalam suatu konsep pembangunan yang terlanjutkan.

Kerangka Penataan Bangunan dan Lingkungan Permukiman Tradisional/ Bersejarah (DPU. Dirjen. Cipta Karya, 2006), dicapai melalui indikator kinerja:
output,  outcome,  dan   manfaat  bagi

terwujudnya perumahan dan permukiman yang layak huni, dan memiliki karateristik spesifik baik dari tradisional, keeratannya dengan seni


budaya, maupun kedekatannya dengan nilai-nilai kesejarahan dapat berjalan seiring dan serasi dalam suatu konsep pembangunan yang terlanjutkan.
Hasil      kajian     atas       Rencana

Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah (RP4D) yang selama ini berlangsung, diperoleh gambaran tentang maksud

pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman (DPU. Dirjen. Cipta Karya, 2006), sebagai berikut:

a)    Terwujudnya keseluruhan kebutuhan akan pengaturan dan mekanisme pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman, sejak

perencanaan, implementasi, pengembangan, pengelolaan dan

pelestarian, pengawasan dan pengendalian hasil pembangunan yang berkelanjutan

b)   Pembangunan   dan   pengembangan

perumahan dan permukiman diupayakan dengan mengakomodir

aspirasi dan kepentingan stakeholders, termasuk terbukanya peluang masyarakat untuk berperan serta dalam keseluruhan proses penyelenggaraan perumahan dan permukiman

c)   Pembangunan   dan   pengembangan

perumahan dan permukiman merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah

d)   Pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman di harapkan melembaga pada institusi

terkaityangmenangani

permasalahan perumahan dan permukiman

e)   Pembangunan   dan   pengembangan

perumahan dan permukiman merupakan komitmen pemerintah

daerahuntukmelaksanakan

pembangunan      perumahan      per-

mukiman yang melibatkan sepenuhnya peran serta masyarakat

f)   Pada   dasarnya   pembangunan   dan

pengembangan perumahan dan permukiman harus mengacu pada kerangka penataan ruang wilayah

g)   Pembangunan   dan   pengembangan

perumahan dan permukiman diharapkan dapat berlangsung secara tertib terencana dan terorganisasi dengan baik, berdaya dan berhasil guna, sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan peraturan perundangan

yang berlaku.

Dari kajian atas RP4D yang berlangsung, belum dapat diperoleh gambaran seutuhnya tentang kegiatan

pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman yang selama ini berlangsung, karena belum adanya rekaman yang sistematik dari tahun ke tahun.

Penelitian  tentang  Peran  Naskah

Akademik         Pengembangan         dan

Pembangunan         Perumahan         dan

Permukiman dalam Mendukung Keseimbangan Lingkungan Hidup dan Lingkungan Binaan akan menjadi momentum yang tepat untuk dapat

digunakan           sebagai            informasi

pembangunan perumahan danpermukiman yang tersusun secara sistematik dalam bentuk data base,

sebagai        bahan        masukan       bagi

penyusunan kebijakan pemerintah vertikal dan penyusunan rencana program kegiatan oleh berbagai pelaku pembangunan di bidang perumahan dan permukiman.

Dalam konteks dominasi kegiatan maupun pemanfaatan lahan yang semakin progresif dalam pengembangan dan pembangunan perumahan dan

permukiman, maka kedudukan Naskah Akademik di dalam pengembangan dan

pembangunan perumahan dan permukiman akan didapatkan kejelasan tentang arahan dan bentuk upaya

pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman yang diharapkan dapatmenjadi penyeimbang lingkungan hidup dan lingkungan binaannya, baik yang berkembang sebagai permukiman perkotaan, maupun permukiman pedesaan.

5.            Metode Penelitian

Metode   dan   desain   penelitian

yang direncanakan dalam kegiatan Penelitian tentang Peran Naskah

Akademik         Pengembangan         dan

Pembangunan         Perumahan         dan

Permukiman dalam Mendukung Keseimbangan Lingkungan Hidup dan Lingkungan Binaan, tersusun atas suatu

kerangka pemikiran: pendekatan, metode, dan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam penyelesaian penelitian ini.

5.1.   Pendekatan Penelitian

Kerangka pemikiran yang dipergunakan untuk mengakomodasi pendekatan penelitian dapat dijelaskan

dengan kerangka sederhana “input proses output”. Pengertiannya adalah bahwa dari data

rencana            pengembangan           dan

pembangunan perumahan dan permukiman setiap kota/ wilayah, perlu

disusun skenario pembangunan perumahan dan permukiman yang memiliki legitimasi dan legalitas serta mewujud dalam perangkat legal-formal guna mem-backup penerapan rencana

pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman tersebut.

Mengingat perangkat tersebut kelak akan mengikat semua pihak yang berkecimpung dalam dunia perumahan dan permukiman di masing-masing kota/ wilayah, penyusunannyapun harus

aspiratif dengan memperhatikan kepentingan pihak-pihak yang terlibat tersebut. Hal ini sesuai dengan prinsip-

prinsip good governance yang demokratis. Oleh karena itu materi-materi yang akan disepakati harus dikomunikasikan bersama. Untuk itu dalam teknis pelaksanaan nantinya perlu ditempuh proses yang benar. Proses ini

bersifat partisipatif, memerlukan kehadiran dan keterlibatan berbagai pihak. Keterlibatan ini merupakan syarat untuk bisa sampai pada kesepakatan bersama, yang kelak akan ditetapkan sebagai panduan bersama dan mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

Dengan demikian, proses menjadi sangat penting, karena melibatkan

banyak      pihak       dengan       berbagai

kepentingan.       Pengelolaan       proses

mendapat perhatian yang besar, khususnya untuk me-manage konflik

kepentingan yang muncul serta mengelola waktu secara efisien dan bisa diterima semua pihak.

Sedangkan hasil yang berupa naskah akademis sebagai output/ produk dari proses ini diharapkan akan cukup memuaskan sejauh masukan datanya memadai dan prosesnya berjalan dengan baik. Untuk mendukung proses kegiatan keseluruhan, perlu dimantapkan terlebih dahulu basis data yang sudah dimiliki, mengingat data ini akan menjadi input/ masukan yang sangat penting bagi berlangsungnya proses yang ideal.
Pemantapannya     sendiri      membuka

peluang       adanya       penyempurnaan-

penyempurnaan, baik dari sisi substansi data maupun presentasinya. Kese-muanya adalah agar data benar-benar mantap dan dapat dipergunakan. Hanya

setelah data cukup mantap dan memadai, maka proses pokok dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.





Diagram Pendekatan Penelitian





Pengendali Proses


Karakteristik
(Pokjanis)
Penjaga Proses


Output:

Stakeholders

(Tim Peneliti)







Penyusunan







Data Base
Input:



Proses:


dan Naskah





Akademis
Basis Data








Kompilasi Arah dan Bentuk

Pengembang
Pengembangan






Pengembangan dan Pembangunan

an dan
dan






Perumahan dan Permukiman

Pembanguna
Pembangunan







yang aspiratif dan partisipatif

n Perumahan
Perumahan dan










dan






Permukiman












Permukiman








Manajemen

Dukungan





Waktu
Sarana-Prasarana
Politis Pemerintah Daerah


5.2.    Tahapan dan Proses Penelitian

Berdasarkan pendekatan penelitian dan kerangka pemikiran, maka metode pelaksanaan penelitian yang dilakukan mencakup dua hal penting berikut:
a.                 Penyusunan Database
Dalamupayamendapatkan
pemahaman      terhadap           database              rencana

pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman yang ada serta menyempurnakan dan meluruskan segala sesuatunya untuk disepakati dan diperbaiki, diambil metode presentasi dan diskusi. Presentasi dilakukan tim peneliti untuk menunjukkan kembali (recall) data yang ada, serta diperbandingkan dengan data-data lain atau data baru yang masih mentah. Presentasi dilakukan kehadapan forum yang terdiri dari stakeholders di bidang perumahan dan permukiman, penyedia data, dan pemakai data.

Kegiatan presentasi langsung diikuti dengan diskusi interaktif, yang meminta forum peserta memberikan tanggapan, komentar, dan pendapat terhadap database yang tersedia (yang akan direview), terhadap data-data baru yang terkumpul, dan

hal-hal lain  yang  perlu. Peserta  penyedia

data diharapkan dapat memberikan kontribusinya dengan menyediakan akses penuh pada data yang dibutuhkan. Di sisi lain, peserta pengguna data diharapkan

dapat menyampaikan pendapatnya mengenai kelengkapan data agar cukup berguna dalam proses pembangunan, serta kemasan sistem informasi yang diinginkan agar mudah dibaca/ dipergunakan.

b.            Penyusunan Naskah Akademis Dalam penyusunan naskah akademis,

metode  yang  dipergunakan
menyesuaikan
dengan
pertimbangan
pelaksanaan
penelitian, sebagai berikut:

Pokjanis
sebagai
perantara
menjembataniantara
tim    peneliti

dengan pihak pemerintah lokal, instansi teknis, dan pihak lain yang terkait.

Pembahasan dilakukan secara formal dan dihadiri oleh kalangan yang luas di tingkat kabu-paten/ wilayah yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini, yaitu Kabupaten Kulon Progo.


Pembahasan insidensial dilaksanakan setiap ada kemajuan penelitian dan/ atau perubahan yang signifikan di dalam proses pengerjaannya.

Pembicara   informal   atau   konsultasi

tidak terjadwal dapat dilakukan setiap saat apabila diperlukan.

Metode penelitian ini dilandasai dengan kompilasi data atas kebijakan

perkembangan         dan          pembangunan

perumahan      dan       dan       permukiman,

sebagaimana telah diperoleh pada identifikasi awal, dengan melakukan penajaman pendataan dan proses kompilasi bagi perkembangan dan pembangunan perumahan dan dan permukiman di perkotaan

Proses analisis dilakukan dengan mengkaji berbagai rencana pengembangan tata ruang, tata bangunan, tata lingkungan, serta arah dan bentuk pengembangan perumahan dan permukiman di perkotaan dikaitkan dengan kondisi variasi penataan

dan pengelolaan perumahan dan permukiman pada kawasan-kawasan: yang sesuai dengan peruntukan, rawan bencana, relokasi, perbatasan, dan industri.

Sintesis yang diperoleh adalah data-base perkembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman di perkotaan. Sintesis ini selanjutnya menjadi landasan dari disusunnya naskah akademik bagi pengembangan perumahan di perkotaan. Hasil yang diperoleh adalah gambaran tentang peran data-base dan naskah akademik dalam memberi arah dan bentuk

perkembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman di perkotaan.

Proses sintesis selanjutnya adalah menyatukan keluaran penelitian berupa gambaran tentang peran data-base dan naskah akademik dalam memberi arah dan bentuk perkembangan dan pembangunan

perumahan dan permukiman di perdesaan, dengan gambaran tentang peran data-base dan naskah akademik dalam memberi arah

dan bentuk perkembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman di perkotaan, menjadi keluaran akhir dari kegiatan penelitian ini berupa peran data-base dan naskah akademik dalam memberi arah dan bentuk perkembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman

dalam mendukung keseimbangan lingkungan hidup dan lingkungan binaan.

5.3.        Langkah Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini akan berujung pada penyusunan naskah akademis rencana pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman, setelah database pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman dapat disajikan dengan baik. Pendekatan pelaksanaan kegiatannya dapat dikemukakan:

a.   Menyusun      basis       data        rencana

pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman

b.   Memantapkan    informasi    mengenai

pembangunan perumahan dan permukiman melalui analisis yang mendalam terhadap basis data yang telah tersedia.

c.       Menyiapkan landasan konsep akademis

untukmendukungimplementasi

rencanapengembangandan

pembangunan perumahan dan permukiman yang mengarah pada penyiapan perangkat legal-formal.

Di dalam implementasinya, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai berikut:

a.       Mereview dan mengevaluasi data-data perumahan dan permukiman untuk dapat dituangkan ke dalam database yang ada dengan mencermati isi-substansi data, sistematikanya, maupun

melihat pada teknik presentasinya. Untuk masalah validitas isi-substansi

data,      evaluasi     ditujukan     dengan

mengecek kemungkinan adanya kekurangan jenis data, kelengkapan dari kekosongan, kebaruan data, maupun kesalahan data. Kegiatan ini diikuti dengan merevisi dan meng-update sesuai kebutuhan.

b.   Menganalisis secara mendalam data yang ada untuk memunculkan informasi penting, menyangkut:

O    Prediksi kondisi dan kebutuhan pada sepuluh tahun ke depan, termasuk backlog rumah sesuai

level masyarakat yang membutuhkannya.

O    Perkiraan arah perkembangan permukiman secara keruangan.

O    Penetapan program pembangunan yang sesuai dan tepat, menyangkut lokasi dan waktunya. Misalnya: penetapan kawasan siap bangun dan atau lingkungan siap bangun; pembangunan rumah susun atau rumah susun sederhana sewa; peningkatan kualitas lingkungan

permukiman kumuh (slums); penanganan permukiman ilegal (squatters) dengan program rusun di atas, relokasi, atau pemulangan ke tempat asal; peremajaan kota (urban renewal); dan sebagainya.

c.      Menyusun  naskah  akademis,  dengan

mengikutipedomanrencana

pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman. Dalam hal ini kerja tim peneliti dibantu oleh kelompok kerja teknis (pokjanis) yang berfungsi:

O   Menjembatani hubungan dengan semua pihak (stakeholders) yang terkait dalam proses penyusunan

pekerjaan ini, baik instansi teknis, pemerintahan setempat, pengem-bang permukiman dan pembangun

perumahan, akademisi, LSM, maupun masyarakat.

O    Menyusun jadwal pertemuan yang melibatkan banyak pihak tersebut di atas pada awal kegiatan.

O   Membahas segala kemajuan kerja yang dihasilkan oleh tim peneliti.

6.            Kesimpulan dan Saran

Dengan  melihat  pada  latar  belakang

dan isu permasalahan lokal yang berkembang, maka bentuk-bentuk upaya

penanganan pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman diharapkan dapat memberikan percepatan pada tersusunnya skenario pengembangan

dan pembangunan perumahan dan permukiman, sehingga dapat diantisipasi

kemungkinan munculnya persoalan-persoalan kritis.

Adapun dengan penyusunan data base

pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman yang langsung diikuti dengan penyiapan naskah akademis, maka akan dapat diraih tujuan-tujuan: (1) mendorong kepedulian pemerintah dalam pengelolaan dan pembangunan perumahan dan permukiman melalui proses bersama dalam penyusunan naskah akademis; dan

(2) menyediakan bahan yang siap dilanjutkan oleh pemerintah dalam bentuk peraturan yang memenuhi persyaratan legal-

formal dalam pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman.

Secara praktis, yang menjadi sasaran dari penyusunan data base dan persiapan naskah akademis pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman ini mencakup dua hal, yakni: (1)
termotivasinya         pemerintah          dalam


pengelolaan dan pembangunan perumahan dan permukiman; serta (2) tersedianya naskah akademis pengembangan dan pembangunan perumahan dan permukiman yang disusun secara aspiratif melibatkan

semua stake-holders pembangunan perumahan dan permukiman.

Manfaat dari dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menunjang pembangunan, dan pengembangan di bidang pendidikan dan jasa, sebagai berikut:

a.             Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK):

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengembangan dasar-dasar ilmu dan teknologi perancangan arsitektur di bidang penanganan

perumahan dan permukiman, perencanaan kota dan wilayah, dan lingkungan (hidup dan binaan):

Ilmu Perancangan Arsi-tektur: dengan adanya data base, diharapkan akan menjadi acuan mendasar bagi upaya perencanaan dan perancangan peru-mahan dan permukiman, dengan mendasarkan pada keberadaan lahan, alternatif lokasi, dan backlog yang memenuhi aturan pengem-bangan dan pembangunan perumahan dan permu-kiman, sebagaimana ter-tuang dalam naskah akademik.

Ilmu  Perencanaan  Kota  dan Wilayah:  keberadaan  Naskah

Akademik dalam pengembangan dan pem-bangunan perumahan dan permukiman, akan men-jadi pertimbangan utama rencana

penggunaan lahan untuk perumahan dan permu-kiman

sehingga dapat lebih realistis.

          Ilmu    Lingkungan:    upaya terjaganya  lingkungan  hidup

dan       lingkungan       binaan

melalui pengaturan keseimbangan lahan terbuka terhadap lahan terbangun, dengan adanya pengaturan

penggunaan lahan untuk perumahandan permukiman. Perge-seran penggunaan lahan
untuk        perumahan       dan

permukiman     yang       men-

dominasi rencana peng-gunaan lahan dapat terjaga, sehingga keberadaan ruang-

ruang terbuka dapat dioptimalkan

b.                 Menunjang Pembangunan: Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi proses

pembangunan, khususnya dari pengembangan kebijakan tata ruang

kota,tatabangun-bangunan

khususnya perumahan dan permukiman, dan tata lingkungan.

c.                  Pengembangan Pendidikan dan Jasa:

Penelitian   ini,   diharapkan   dapat

meningkatkan pengembangan bidang pendidikan dan asosiasi jasa layanan tata ruang, tata bangun-bangunan khususnya di bidang perumahan dan permukiman, dan tata lingkungan dalam memberi inovasi produk layanan jasanya dengan mempertimbangkan arti penting peran pemanfaatan ruang bagi kepentingan perumahan dan permukiman bagi perencanaan tata ruang kota, perancangan bangun-bangunan, dan penataan lingkungan.

7.            DAFTAR PUSTAKA

Anthony J. Catanese and James C. Snyder, Urban Planning. Mc. Graw Hill, Inc., New York, 1988

Arthur B.  Gallion and  George  Stemlieb,

America’s Housing: Prospects and Problems, Center for Urban Policy Research, Rutgers University, New Brunswick, New Jersey, 1994

Bruce  Stokes,  Housing  Commitee  of  The American   Institute  of  Architects,
Housing
for
a
Maturing
Population,  Urban  Land  Institute,
Washington, D.C.,1982

BambanYuuwono,
Studi
tentang
Pemberdayaan  Masyarakat  dalam
Pendampingan
Pelaksanaan
Penataan  Bangun-Bangunan  dan
Lingkungan

Permukiman
Tradisional/ Bersejarah, Dinas PU.
Propinsi
DI.
Yogyakarta,
Yogyakarta, 2006
Indro    Sulistyanto,   Pengaruh    Perkem-

bangan Perumahan dan Permukiman dalam Mendukung Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Kulon      Progo,      Satuan     Kerja
Peningkatan Kualitas  Lingkungan
DPU.   Propinsi  DI.    Yogyakarta,
Yogyakarta, 2007
Indro Sulistyanto, Peran   Pendampingan

Masyarakat  dalam   Penyusunan

Community Action PlanPerumahan dan Permukiman di Kota Yogyakarta, Satuan Kerja Peningkatan Kualitas Lingkungan DPU. Propinsi DI. Yogyakarta, Yogyakarta, 2007

Indro  Sulistyanto,  Guidelines  Procedure Peran   Serta   Masyarakat   dalam
Pengembangan                            dan
Pembangunan   Perumahan   dan
Permukiman   di     Propinsi    DI.
Yogyakarta, Bappeda. Propinsi DI.
Yogyakarta, Yogyakarta, 2005
--------------------,                     Rencana       Pembangunan

dan  Pengembangan  Perumahan
dan     Permukiman    di     Daerah
(RP4D), DPU. Dirjen Cipta Karya,
Jakarta, 2006

Sammis  B. White,    Rethinking  Housing

and     Community     Development
Policy,  School of Architecture and

Urban   Planning,   University    of

Wisconsin-Milwaukee, The Images
Publishing Group Pty Ltd.,  1992

Simond  Eisner  and  Schnidman,  Housing Supply  and  Affordability,  Urban Land  Institute,  Washington  D.C., McGraw-Hill Book Company, 1994

Biodata Penulis,
Dwi  Suci  Sri   Lestari,  alumni   Jurusan

Teknik Aritektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang (1985), S-2 Teknik Arsitektur pada Alur Sejarah dan Teori Arsitektur Program Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung (1994), dan Pengjar Program Studi Aritektur Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan (FT-UTP) Surakarta (1986-Sekarang).

Djumiko, alumni Jurusan Teknik Aritektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang (1982), S-2 Teknik Arsitektur pada Alur Perancangan Arsitektur Program Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung (1993), dan Pengjar Program Studi Aritektur

Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan (FT-UTP) Surakarta (1986-Sekarang).

Komentar